Determinan Implementasi Vaksin COVID-19 di Perguruan Tinggi di Kota Jayapura

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Widyawati Ratnasariani

Abstract

Vaksin COVID-19 diharapkan dapat mengurangi risiko transmisi, tingkat keparahan dan kematian. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor yang memengaruhi penerimaan vaksin COVID-19 di perguruan tinggi di Kota Jayapura. Jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Populasi sebanyak 1.197 tenaga pendidik (dosen) dan tenaga kependidikan (staf) di UNIYAP, USTJ, dan UNCEN. Kemudian, sampling diambil dengan metode purposive diperoleh 307 orang. Alat ukur menggunakan kuesioner, disebarkan secara daring dan luring. Terkumpul melalui luring sebanyak 181 orang (58,9%). Analisis data menggunakan chi square dan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden telah divaksin COVID-19 (82,7%). Berdasarkan hasil uji chi square faktor yang memiliki hubungan dengan penerimaan vaksin di perguruan tinggi di Kota Jayapura adalah riwayat penyakit komorbid (p=0,000) dan sikap (p=0,000). Sedangkan, faktor yang tidak memiliki hubungan dengan penerimaan vaksin COVID-19 adalah jenis kelamin (p=0,367), usia (p=0,137), perilaku merokok (p=0,402), dan pengetahuan (p=0,159). Hasil uji regresi logistik berganda menunjukkan faktor paling dominan terhadap penerimaan vaksin COVID-19 adalah sikap (p=0,000;PR=2,926). Namun, hasil regresi logistik berganda per universitas menyatakan bahwa faktor paling dominan terhadap penerimaan vaksin COVID-19 di UNIYAP adalah riwayat penyakit komorbid (p=0,000;PR=40,95), USTJ yaitu perilaku merokok (p=0,000;PR=40,95), dan UNCEN yaitu sikap (p=0,000;PR=40,95). Sebagian besar responden memiliki pendidikan terakhir Magister (S2) sehingga memiliki pengetahuan baik, akan tetapi pengetahuan baik tidak memengaruhi sikap responden terhadap vaksin. Penyakit komorbid yang dimiliki responden diantaranya hipertensi, PJK, diabetes, serta alergi berat dan asma

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

References

1. Febriyanti, N., Choliq, M.I., dan Mukti, A.W. 2021. Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Kesediaan Vaksinasi COVID-19 pada Warga Kelurahan Dukuh Menanggal Kota Surabaya. Prosiding Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian.
2. Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, I. 2020. Update Corona 22 Mei 2020 Indonesia dan Dunia : Data Terbaru Hari Ini.
3. Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Papua. 2020. Update Corona 25 Mei 2020 Provinsi Papua : Data Terbaru Hari Ini.
4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07 Tahun 2020. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).
5. Handayani, D. 2020. Corona Virus Disease. Official Journal of The Indonesian Society of Respirology. Vol.40.
6. Ichsan, D.S., Hafid, F., Ramadhan, K., dan Taqwin. 2021. Determinan Kesediaan Masyarakat Menerima Vaksinasi COVID-19 di Sulawesi Tengah. Jurnal Ilmu Kesehatan. Vol.15 No.1.
7. Indriana, P. 2020. Analisis Korelasi Faktor Risiko Kejadian COVID-19 di Ruang Isolasi RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah. Skripsi. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Borneo Cendekia Medika.
8. Li, X., Xu, S., Yu, M., Wang, K., Tao, Y., Zhou, Y., Shi, J., Zhou, M., Wu, B., Yang, Z., Zhang, C., Yue, J., Zhang, Z., Renz, H., Liu, X., Xie, J., Xie, M., and Zhao, J. Risk factors for severity and mortality in adult COVID-19 inpatients in Wuhan. American Academy of Allergy, Asthma and Immunology.
9. Moudy, J and Syakurah, R.A. 2020. Pengetahuan Terkait Usaha Pencegahan Coronavirus Disease (COVID-19) di Indonesia. Higeia Journal of Public Health Research and Development, 4(3), 333-346.
10. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2021. Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi.
11. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2020. Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).